Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Oleh : Nur Akmal

Hujan, Bintang, dan Kau

Aku kira malam ini akan turun hujan, melihat sore harinya cuaca begitu dingin hingga rasanya semilir angin yang seperti es meresap hingga ke tulang. Tentu saja aku berharap akan turun hujan malam ini, sebab malam ini malam minggu. Bahkan kalau bisa bukan hanya gerimis, tapi hujan lebat yang akan menggagalkanmu menghampiriku. Padahal aku tak suka hujan, aku takut petir. Mana bisa aku tidur dengan tenang jikalau petir terus menyapaku. Mem- blizt- ku dengan kilatnya yang menyeramkan. Ditambah dengan suara menggelegar yang rasanya gendang telingaku tak sanggup menahan frekuensinya. Tapi tahukah kau, kalau kebencianku padamu jauh lebih besar daripada kebencianku pada hujan?

MushollaMu Kini /1/

By : Nur Akmal Tak lagi lantang terdengar Kala kata amiin digemakan Terdengar sayup sudah Tiada alasan lain Tak banyak lagi umat Mereka enggan bertamu ke rumahNya Hanya kopiah – kopiah tua yang kini masih setia Bersujud di atas altar suci itu Kemana mereka ? Kemana para pemuda islam? Bedagai, Agustus 2011 MushollaMu kini /2/ By : Nur   Akmal Kala Ramadhan datang Sesak terasa, penuh, tak cukup tempat Mereka bergabung Tebak berapa lama, tahankah mereka Hari kelima lenyap tak bersisa Lebih senang mereka bersenda gurau di depan kios Sadarlah pemuda, masa depan kita di tanganmu juga Bedagai, Agustus 2011

Akibat Buruknya Citra Politik Kita

Setiap hari kita disuguhkan dengan berita-berita seputar hiruk pikuk promblematika dunia politik, jarang sekali ditemui berita politik berjudul “ bagus” akhir-akhir ini. Berita jelek dunia politik kita kian menjadi-jadi. Bahkan menemani sarapan pagi kita­­—bagi  yang membaca Koran atau menonton berita sambil sarapan. Hal ini “menggelitik” saya untuk menulis artikel ini dengan segala keterbatasan pengetahuan saya.

Teh Melati

Ku duduk hilangkan lelah Menyeduh sesuatu di gelas Uap hangat menerpa Semerbak harum mu mengisi rongga hidungku Seketika jernih pikirku Warnamu tak sepekat kerabatmu Tapi asap itu masih sama Hanya melati mu yang berbeda Menikmati harum mu sembari melepas lelah hari ini Medan, Juli 2011

Duduklah Bu

By : Nur Akmal Aku tahu kau kuat Aku tahu kau ingin beriku emas Dan aku tahu kau tak mau emasku Cukup bagimu melihatku dengannya Tapi kumohon Duduklah sejenak Meski ku masih tahu Sesuatu tetap bergerak di kepala mu Dan itu hanya untukku Terimakasih ibu ku Sekuat apapun kau, kau tetap membutuhkannya Medan, 16 Juli 2011

Berhemat dengan kembali ke Kayu Bakar

Kelangkaan bahan bakar yang terjadi di negeri ini membuat harga minyak tanah juga semakin meroket, padahal sebagain warga masih sangat membutuhkannya untuk memasak, bahkan masih digunakan sebagai bahan bakar penerangan jika lampu padam.