Skip to main content

Senja Kenangan /1/

(untuk sahabat kecilku)
Tak sedetikpun pernah terbersit di benak
Senja kala kita berdua terlentang dibawah pohon rindang
Setelah lelah berlari dan tertawa riang
Kan jadi senja terakhir kita bersama
Senja terakhir kita melihat indahnya jingga

Serta merahnya mega
Sebelum sang luna menggantikan surya
Tak pernah pula sedetikpun terbersit di benak
Kala esok ku menunggumu, mengajakmu berlari
Dan tertawa lagi seperti senja-senja yang lalu
Kita kan tiada lagi bertemu
Tidak hari ini, esok dan seterusnya.
Medan, Agustus 2011

Senja kenangan /2/
Nur Akmal
Bertahun-tahun telah berlalu
aku bosan mencoret tanggal yang ditinggal almanak
perantauan panjangpun tlah ku lalui
wajah kecilmu pun lupa sudah
mestilah sudah berubah
Apa senja yang tetap sama itu masih ingat tentang kau?
Jika ia ingat, mungkin akan aku tanyakan saja padanya
Tentangmu, dan keberadaanmu,
Barang kali kau berbisik padanya 15 tahun yang lalu
Medan, Agustus 2011

Popular posts from this blog

Kuliner : Uniknya Nasi Goreng Pattaya

Penulis : Nur Akmal  foto : google Menu nasi goreng mungkin sudah terdengar biasa saja bagi kita, hampir di sepanjang jalan kita bisa menemukan warung atau restoran yang menyediakan nasi goreng, atau nasi goreng special dan nasi goreng seafood. Namun ada yang berbeda dari varian nasi goreng yang satu ini. Namanya nasi goreng pattaya . Nasi goreng ini asalnya dari Negara tetangga, yaitu Thailand.

Sekolah di Jepang Berperan Atur Nutrisi Siswa

Seorang siswi Sekolah Dasar Seinan Elementary School di Minato Tokyo mempersiapkan makan siang untuk temannya di sekolah Oleh: Nur Akmal. Sekolah -sekolah di Jepang khu­susnya pada jen­jang pendidikan dasar dan menengah pertama menye­dia­kan makan siang untuk siswa. Ma­kan siang di seko­lah ini bertujuan untuk mem­berikan pemahaman yang baik tentang makanan sehat dan kapasitas me­milih ma­kan­an yang sesuai dengan per­kembangan siswa. Kepala Sekolah Seinan Ele­mentary School, Minato, Tokyo, Yukiharu Seki, me­nga­takan program makan siang di se­kolah ini dimulai sejak Jepang me­ngalami ke­sulitan setelah masa perang, tujuan dari disediakannya ma­kan siang di sekolah awal­nya untuk menyediakan nut­risi pendukung bagi siswa. "Namun saat ini tujuannya berubah untuk memberikan kontribusi terhadap perkem­bangan kesehatan mental dan fisik siswa. Di Minato, demi memenuhi tujuan itu, seko­lah-sekolah menyedia­kan ma­kanan dengan nutrisi se­imbang, mempromosikan  Shokuiku  ...

Apa yang Dihasilkan Politik Kampus?

Bicara soal politik, rasanya ta k sedikit orang yang ingin terjun. Entah apa sebabnya, namun hal ini sudah menjadi rahasia umum. Meskipun persentase kemenangan kecil, tetap saja banyak calon legislatif yang rela mengeluarkan sedikit uang untuk kampanye. Tak hanya masyarakat, mahasiswa pun tak mau kalah dalam hal berpolitik. Politik masuk ke Universitas-Universitas. Spanduk bertebaran di gedung-gedung, mengajak masyarakat kampus untuk memilih dan mencoblos tuannya. Mahasiswa yang menilai dirinya sebagai aktifis cenderung terjun kedalam politik kampus. Dan berbondong-bondong mendirikan serta menjalankan partai politik mereka sendiri. Alasan yang dikemukakan tentunya alasan yang sama seperti yang kita dengar dari politikus-politikus handal di televisi. "Memperjuangkan aspirasi rakyat (dalam hal ini mahasiswa) ".