Skip to main content

Nikmatnya Es Kolak Duren Ditengah Panasnya Kota Medan



Penulis : Nur Akmal

Cuaca medan yang belakangan ini sangat panas, terutama saat jam-jam siang antara pukul 12 hingga pukul  4 sore. Panasnya cuaca kota Medan bisa bikin masyarakat stress. Salah satu cara untuk meredam panasnya cuaca adalah dengan menikmati es yang dingin bahkan sangat dingin. Rasanya pasti bakal nikmat sekali.

Ada satu varian es yang sangat cocok dinikmati untuk cuaca panas, yaitu Es Kolak Duren. Mencari menu es ini gampang. Di Medan ada di jalan T Amir Hamzah, disepanjang jalan tersebut berjejer kios, gerobak, bahkan mobil pick up yang digunakan penjual untuk berdagang. Salah satunya itu, Es Kolak Duren Segar. Es kolak duren ini dinginnya bisa menghilangkan dahaga dan penat setelah seharian ditimpa panasnya matahari.


Dengan taburan es serut yang banyak, plus campuran kolak, pulut putih, jagung dan sebongkah besar Durian, begitu disajikan aroma segar durian dan kolaknya langsung terasa. Rasa panas dan penat seketika hilang begitu menghirup kuah kolak yang dingin.

Selain sajian kolak, nikmatnya menyantap es di jalan T Amir Hamzah ini juga disuguhkan dengan pemandangan asri di sepanjang jalan. Dengan pohon-pohon besar serta angin sepoi-sepoi semakin menambah kenikmatan beristirahat anda. Selain itu disepanjang jalan juga tidak banyak mobil atau kendaraan yang lalu lalang jadi sejenak kita terhindar dari stress padatnya lalu lintas dan panasnya cuaca.

Nazar, salah seorang pedagang Kolak Duren di Jalan tersebut mengungkapkan ketika cuaca panas menyengat pelanggan yang membeli atau menikmati kolak durennya langsung di tempat bisa meningkat hingga 50 % yang artinya omset penjualannya pun bisa meningkat.

“Kalau cuaca panas menyengat seperti sekarang, tentu beda lah dengan ketika hari hujan atau mendung. Kalau hujan kan orang jarang minum es, pelanggan kita itu bisa sampai dua kali lipat dari biasanya,” ujar Nazar.

Salah seorang penikmat es kolak duren, Niko merasa menikmati es kolak duren di jalan T Amir Hamzah ini memang salah satu caranya untuk sejenak melepas penat dari panasnya cuaca kota Medan belakangan ini. Ia juga sering mampir bersama temannya untuk menikmati jenis es yang lain. “Enak disini kalau pas cuaca panas. Ada banyak es yang bisa dinikmati, selain itu suasana di sekitar jalan ini juga tenang, jauh dari lalu lalang dan klakson kendaraan,” ujarnya.

Es kolak duren ini juga tergolong murah, perporsinya bisa kita nikmati hanya dengan merogoh kocek Rp 8000 saja. Hanya dengan harga segitu kita bisa melepas penat sejenak sekaligus menikmati sejuknya es yang melepas dahaga. Selain es kolak duren, beberapa varian es lain yang bisa kita nikmati disini adalah, es kolak dingin, es teller, es campur, es koteng, es teller duren dan yang lainnya. Semua bisa dinikmati tanpa perlu takut menguras kantong. Karena setiap jenisnya tidak lebih dari Rp 10000 saja. Murah bukan? Jadi, silahkan saja bagi yang sudah penat dengan pekerjaannya sepanjang pagi. Dan ingin melepas penat tidak ada salahnya mampir di jalan T Amir Hamzah untuk memburu es dingin yang dinginnya sampai ke otak.  

Popular posts from this blog

Apa yang Dihasilkan Politik Kampus?

Bicara soal politik, rasanya ta k sedikit orang yang ingin terjun. Entah apa sebabnya, namun hal ini sudah menjadi rahasia umum. Meskipun persentase kemenangan kecil, tetap saja banyak calon legislatif yang rela mengeluarkan sedikit uang untuk kampanye. Tak hanya masyarakat, mahasiswa pun tak mau kalah dalam hal berpolitik. Politik masuk ke Universitas-Universitas. Spanduk bertebaran di gedung-gedung, mengajak masyarakat kampus untuk memilih dan mencoblos tuannya. Mahasiswa yang menilai dirinya sebagai aktifis cenderung terjun kedalam politik kampus. Dan berbondong-bondong mendirikan serta menjalankan partai politik mereka sendiri. Alasan yang dikemukakan tentunya alasan yang sama seperti yang kita dengar dari politikus-politikus handal di televisi. "Memperjuangkan aspirasi rakyat (dalam hal ini mahasiswa) ". 

Tak Ada Lagi Topi Kerucut dan Kalung Petai

Oleh: Nur Akmal IKUTI MPLS: Peserta didik baru SMK Negeri 1 Medan mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di hari pertama masuk sekolah, Senin (18/7). Seluruh peserta didik baru tak lagi memakai atribut berbau perploncoan sesuai arahan Menteri Pendidikan dan Kebudayaa (Foto : Nur Akmal) Hujan  sejak subuh masih menyisakan awan gelap dan udara yang dingin, namun tak menggoyahkan semangat siswa-siswa baru untuk hadir pada hari pertama masuk sekolah, Senin (18/7). Pakaian mereka putih bersih, rapi dan tampak masih baru. Mereka berbaris rapi menantikan satu persatu aktivitas Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang tahun ini dikendalikan sepenuhnya oleh guru. "Selamat datang di SMK Negeri 1 Medan, dalam sesi ini kita akan membahas budaya dan tata terbit sekolah," demikian SJ Simamora, Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Masyarakat dan Industri menyapa para peserta didik baru di lapangan SMK Negeri 1 Medan yang diberi tenda agar siswa tak terkena hujan.

Pagar Api dan Berita Titipan Media Massa

Jika dulu sering kita lihat dalam suatu scene sebuah film yang menampilkan gambar blur pada suatu merek dagang yang tanpa sengaja tertangkap kamera. Kini agaknya tak banyak lagi kita temui, malah secara terang-terangan pelbagai merek dagang terpampang jelas di hampir setiap scene film, bahkan merambah pada media massa seperti suratkabat. Iklan memang dibolehkan, tapi pagar api perlu diperhatikan.